Photobucket

Rabu, 23 Maret 2011

GENERALISASI DAN ANALOGI

GENERALISASI

A.Pengertian Generalisasi
Di dalam buku logika,generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual menuju kesimpulan umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang di selidiki. Sama halnya dalam buku Dasar-dasar Logika yang menyatakan bahwa generalisasi adalah suatu penalaran yang menyimpulkan suatu kesimpulan yang bersifat umum dari premis-premis yang berupa proposisi empiris.Prinsip yang menjadi penalaran generalisasi dapat dirumuskan “seatu yang beberapa kal terjadi dalam kondisi tertentu,dapat di harapkan akan selalu terjadi apabila kondisi yang sama terpenuhi.
Kesimpulan itu hanya suatu harapan,suatu kepercayaan,karena konklusi penalaran induktif tidak mengandung nilai kebenaran yang pasti,akan tetapi hanya suatu probabilitas suatu peluang.Dna hasil penalaran generalisasi induktif itu sendiri juga di sebut generalisasi.Kebanyakan generalisasi didasarkanb pada pemeriksaan atau suatu sample atau conoh dari seluruh golongan yang di selidiki.Oleh karena itu,generalisasi juga biasa disebut induksi tidak sempurna atau tidak lengkap.
Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa generalisasi adalah suatu pernyataan umum yang menyimpulkan sejumlah premis-premis yang sama kondisinya.Contoh generalisasi:
• Almunium jika di panaskan akan memuai
• Besi jika di panaskan akan memuai
• Tembaga jika di panaskan akan memuai
• Nikel jika di panaskan akan memuai
Gneralisasinya,yaitu semua logam jika dipanaskan akan memuai.

B.Macam-Macam Genealisasi
Dari segi kuantitas fenomena yang menjadi dasar penyimpulan,generalisasi di bedakan menjadi dua,yaitu :
1.Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan yang diselidiki.Contoh :
a) Setelah kita memperhatikan jumlah hari pada setipa bulan tahun masehi kemudian di simpulkan bahwa :Semua bulan masehi mempunyai hari tidak lebih dari 31.Dalam penyimpulan ini,keseluruhan fenomena yaitu jumnlah hari stiap nulan kita selidiki tanpa ada yang kita tinggalkan.
b) Setelah bertanya pada masing-masing mahasiswa kosma H2 tentang kewarganegaraan mereka,kemudian disimpulkan bahwa :semua mahasiswa komsa H2 adalah warga indonesi.Dalam penyimpulan ini,keseluruhan fenomena yaitu kewarganegaraan masing-masing mahasiswa,kita selidiki yanapa ada yang ketingglan.


Generalisasi sempurna ini memberikan kesimpulan amat kuat dan tidak dapat diseran.tetapi tentu saja tidak praktis dan tidak ekonomis.

2.Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum di selidiki.
Contoh :
Setelah kita menyelidiki sebagian bangasa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong,kemudian kita simpulkan bahwa mereka adalah manusia yang bergotong-royong,maka penyimpulan ini generalisasi tidak sempurna.
Generalisasi tidak sempurna ini tidak menghasilkan kesimpulan sampai tingkat pasti sebagaimana generalisasi sempurna,tetapi corak generalisasi ini jauh lebih praktis dan lebih ekonomis di banding dengan generalisasi sempurna.Karena populernya generalisasi ini oleh para ahli logika disebut sebagai induksi tidak sempurna untuk menyebut bahwa teknik ini paling banyak digunakan dalam penyusunan pengetahuan.
Dari segi sifat yang dimilikinya,induksi tidak sempurna di bagi 2 maca,dalam kekuatan putusan yang ternyata :
a) Dalam ilmu alam (sciences) putusan yang tervapai melalui induksi tidak sempurna ini berlaku umum,mutlak jadi tak ada kecialinya.Hukum alam berlaku dengan pasti.Hukum alam juga disebut berlaku umum-mutlak(dalam lingkungan itu).Hukum kepastian dan kemutlakan ini hanya berlaku dalam bidang alamiah saja.Contoh hokum air mengenai pembekuanya.”air akan membeku jika didinginkan”.Dalam ilmu tidak ragu-ragu untuk meramalkan tentang pembekuan air ini karena bersifat pasti dan mutlak.
Jika ilmu mempunyai obyek yang terjadinya bias kena pengaruh dari manusia yang sedikit banyaknya dapat ikut menetukan kejadian-kejadian yang menjadi pandangan ilmu,maka lain pula halnya.Ilmunay disebut ilmu social serta obyek penyelidikanya mungkin terpengaruh oleh kehendak manusia.Kalau pada prinsipnya hukum alam tidaka ada pengecualianya maka hukum-hukum pada ilmu social ini selalu ada kemungkinan kekecualianya.

Contoh : mahasiswa kosma H2,ada yang suka makan pecel,malahan banyak yang suka makan pecel tetapi jangan segera diambil sebagai putusan umum,bahwa mahasiswa kosma H2 itu semuanya makan pecel.suka tidak suka makan pecel itu sama sekali bukan sifat mutlak manusia dimanapun juga.
Generalisasi juga bias di bedakan dari segi bentuknya ada 2 yaitu: loncatan induktif dan yang bukan loncatan induktif.
1. Loncatan Induktif
Gneralisasi yang bersifat loncatan induktif tetap betolak dari beberapa fakta,namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada.Fakta-fakat atau proposisi yang digunakan itu kemudian di anggap sudah mewakili seluruh persoalan yang di ajukan.
Contoh :Bila ahli-ahli filologi eropa berdasarkan pengamatan mengenai bahasa-bahasa ido-german kemudian menarik suatu kesimpulan bahwa di dunia terdapat 3000 bahasa.


2. Tanpa Loncata Induktif
Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang di berikan cukup banyak dan meyakinkan,sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.Misalnya,untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Indonesia pada umumnya,diperlikan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.

C.Generalisasi Ilmiah
Pada dasarnya,generalisasi ilmiah tidak berbeda dengan generalisasasi biasa,baik dalam betuk maupun permasalahannya.Generalisasi dikatakan sebagai penyimpulan karena yang ditemui dalam observasi sebagi suatu yang benar,maka akan benar pula sesuatu yang tidak diobservasi,pada masalah sejenis atau yang terjasi pasa sejumlah kesempatan akan terjadi pula pada kesempatan yang lainbila kondisi yang sama terjadi.
Pada generalisasi ilmiah ada 6 tanda-tanda penting yang harus kita perhatikan ialah :
1) Datanya dikumpulkan dengan observasi yang cermat,dilaksanakan oleh tenaga terdidik serta mengenal baik permasalahanya.Pencatat hasil observasi dilakukan dengan tepat,menyeluruh dan teliti,pengamatan dan hasilnya dibuka kemungkinan adanya cek oleh peneliti terdidik lainya.
2) Adanya penggunaan instrument untuk mengukur dan mendapatkan ketepatan serta menghindari kekeliruan sejauh mungkin.
3) Adanya pengujian,perbandingan seerta klasifikasi fakta.
4) Pernyataan generalisasi jelas,sederhana,menyeluruh di nyatakan dengan term yang padat dan matematik.
5) Observasi atas fakta-fakta eksperimental hasilnya dirumuskan dengan memperhatikan kondisi yang bervariasi misalnya waktu,tempat dan keadaan khusus lainya.
6) Di publikasikan untuk memungkinkan adanya pengujian kembali,kritik,dan pengetesan atas genrasilasai yang dibuat.




Menurut Soekadijo,generalisasi yang baik harus memenuhi 3 syarat antara lain :
1) Generalisasi harus tidak terbatas secara numeric.
Artinya,generalisasi tidak boleh terkait pada jumlah tertentu.kalau dikatakan “semua A adalah B”: maka proposisi itu harus benar,berapapun jumlah A.proposisi itu berlaku untuk setiap dan semua subyek yang memenuhi kondisi A.
Contohnya :Semua perempuan adalah cantik.
2) Generalisasi harus tidak terbatas secara spasio-temporal.
Artinya,tidak boleh terbatas dalam ruang dan waktu.Jadi,harus berlaku Diana saja dan kapan saja.
Contohnya :Semua dosen adalah orang terpelajar.



3) Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian.
Yang di masud “dasar pengandaian” disini adaah dasara dari yang disebut contary-to fact conditional atau unfulfilled conditionals.

Rumusnya :
Faktanya :x,y dan z itu masig-asing bukan B.
Pengandaiannya :andaikata x,y dan z itu masing-masing sama dengan A atau dengan kata-kata lain,andaikata x,y dan z itu masing-masing memenuhi atau sama kondisinya degan A,maka pastilah x,y dan itu masing-masing sama dengan B.
Contonya :
Fatanya sofan,saiful dan budi itu ukan perepuan.
Geeralisasi :semua yang cantik adalah perempuan.
Pengandaianya :adaikata sofan,saiful dan budi itu cantik maka pastilah sofan,saiful dan budi itu perempuan.
Adapun menurut buku Logika untuk menguji apah generalsasi yang di hasilkan cuup kuat untuk dipercaya dapat kita pergunakan evaluasi sebagai berikut.

1. Apakh sampel yang diguakan secara kuatitatif cukup ewakili.sekain banyak jumlah fenomena yang di gunakan semakin kuat kesimpulanyang di hasilkan,meskipun kita tidak boleh menyatakan bahwa dua kali jumlah fenomenea individualakan menghasilkan dua kali kadar keterpercayaan.
Misalnya :unutk menetukan jenis darah seseorang cuku dengan satu titik darinya.atau untuk menentukan kadar kejernihan air sebuah sungai cukup satu gelas saja.Tetapi sebaliknya,untuk menetukan factor dominant apakah yang menjadi sebab sebuah kejahatan tidak cukup mendasarkan kepada beberapa orang saja.
2. Apakah sampel yang di gunakan cukup bervariasi.Semakin banyak variasi sampel,maka semakin kuat kesimpulan yang di hasilkan.
Misanya :Untuk menetukan kadar minatdan kesadarran berkoprasi sabagai system ekonomi yang diharapkan sebagai bangsa Indonesia,harus di teliti dari berbagai suku bangsa,berbagai pelapisan kehidupan,berbagai pendidikandan berbagai usia.
3. Apakah dalam generalisasi itu diperhitungkan hal-hal yang menyimpang dengan fenomena atau tidak.Kekecualian-kekecuaian harus diperhitungkan juga,terutama jika kekecualian tiu cukup besar julahnya.Dalam hal kekecualian cukup besar tidak di adakan generalisasi.Semakin cermat factor-factor pegecualian dipertimbagkan,semakin kuat kesempatan yang dihasilkan.
Misalnya :bila kekecualian sedikit jumlahnya harus dirumuskan dengan hati-hati,kata-kata seperti :semua,setiap,selalu,tidakpernah,selamanya dan sebagainya harus dihindari.Pemakaian kata :hampir seluruhnya,sebagian besar,kebanyakan harus didasarkan atas pertimbagan rasional yang cermat.
4. Apakah kesimpulan yang di simpulkan konsisten dengan fenomena individual.Kesimpulan yang di rumuskan haruslah merupakan konsekuen logis dari fenomena yang di kumpulkan,tidak boleh memberikan tafsiran menyimpang dari data yang ada.



Misalnya :Penyelidikan tentang fatorpenyebab rendahnya prestasi akademik mahasiswa IAIN .Apabila data individu dari setiap sampel yang diselidiki ditemukan factor-factor lemahnya penguasaan bahhasa asing,miskin literature,kurang berdiskusi serta terlalu banyak jenis mata kulia.Lalu disimpulkan bahwa penyebab rendahnya prestasi itu adalah lemahnya penguasaan bahasa asing,miskin literature ini tidak merupakan konsekuensi logis dari fenomena yang disimpulkan.Semakin banyak factor anaolgi di tinggalkan,semaikn lemah kesimpulan yang di hasilkan.

ANALOGI

Pengertian Analogi
Analogi dalam bahasa Indonesia dalah “kias” (dalam bahasa Arab :qasa:mengukur,membandingkan).berbicara tetang analogi adalah berbicara tentang dua hal yang berlainan,yang satu dengan yang lain.Dalam mengadakan perbandingan orang mencari kesamaan dan perbedaan diantara hal-hal yang di perbandingkan.Kalau lembu di bandingkan dengan kebau,maka keduanya adalah binatangakan,akan tetapi yang satu berbeda dengan yang lain mengenai besarnyawarnanya dan sebagainyaKalau dalam perbandingan itu oaring hanya memperhatiikan persamaannya saja,tanpa melihat perbedaannya maka timbulah analogi,persamaan dua hal yang berbeda.
Analogi disaping fungsi utamanya sebagai cara berargumentasi,sering benar di pakai dalam betuk non argument yaitu penjelas atau dapat dimanfaaatkan sebagai penjelasam atau sebagai dasar penalaran.Sebagai penjelasan biasanya disebut perumpamaan atau persamaan.
Menurut buku Logik karya Mundiri menagatakan analogi kadang-kadang disebut juga analogi induktf yaitu proses penalaran dari suatu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama maka akn terjadi pada fenomena yang lain.

A.Analogi Palsu
Penggunaa analogi dengan baik dan benar akan sangat berguna.Ilmu berkembang berkat pemakaian analogi secara baik dan benar.Namun demikian,banyak pula orang yang memakai analogi palsu dalam penalaran argumentasinya.
.Perhatikan analogi palsu berikut:
1. Mebuat istri bahagia adalah seperti membuat anjing kesayangan bahagia.Belai kepalanya sesering mungkindan beri makan sebanyak mungkin.
2. Hidup ini laksana orang memoir ke warung,begitu kebutuhannya tercukupi aka ia pergi meninggalkannya.









B.Macam-macam analogi.
Analogi dibagi menjadi dua macam
1. Analogi induktif
2. Analogi deklaratif.




1. Analogi Induktif
Analogi induktif adalah analogi yang disusun berdasarkan persamaan principal (mendasar) yang ada pada kedua fenomena,kemudian di cari kesipulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjasi juga pada fenomena kedua.Bentuk argument ini sebagaimana generalisasitidak pernah menghasilkan kebenaran yang mutlak.
Contohnya:Tina adalah seorang tamatan fakultas ekonomi oxford university,ia memberikan prestasi di tempat ia bekerjadengan cara megajukan usulan mengenai pemecahan kesulitan yang dihadapi perusahaanya.Pada waktu penerimaan pegawai baru,directur perusahaan langsung menerima rina karena rina tamatan yang sama dengan tina,maka pastilah ia memiliki kecerdasan yang sama dengan tina.
Pada dasarnya analogi induktif adalah suatu cara menyimpulkan yang menolong kita memafaatkan pengalaman,kita berangkat dari suatu barang yang khusus,yang kita ketahui,menuju barang yang serupa dalam hal pokok.tetapi juga terdapat kekeliruan yang besar,yakni dalam membadingkan bisa jadi tidak memeperhatikan adanya beberapa perbedaan yang petingsehingga dalam praktek hasilnyaberbeda dengan hasl yang dicapai melalui proses pemikiran tersebut.
Guna menguji sah tidaknya persamaan dan kesimpulan semacam itu,pertama-tam harus kita singkirkan hal-hal sekedar bersifat menjelaskan dan memilh hal-hal yang memang merupakan dasar pemikiran.Bilaman yang terdapat hanya persamaan yang dangkal atau sekedar persamaan kebetulan yang terdapat diantara keduanya,dan apabila perbandingan mereka sekedar untuk maksud menjelaskan maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
2. Analogi Dekalratif
Analogi deklaratif disebut juga analogi penjelasyang merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samara,dengan sesuatu yang sudah dikenal.
Contoh :Ilu pengetauan itu di bangun oleh fakta-fakta sebagaimana rumah itu di bangun oleh batubatu tetapi tidak semua kumpulan pengetahuan itu ilmu,seagaimana tidak semua tumupkan batu adalah rumah.










C.Cara menilai analogi
Sebagaimana generalisasi keterpercayaanya tergantung kepada terpenuhi tidaknya alat-alat ukur yang kita ketahui,maka demikian pula analogi untuk mengukur derajat keterpercayaan sebuah analogi dapat di ketahui dengan alat sebagai berikut.
1. Sedikit banyaknya peristiwa sejenis yang di analogikansemakin besar pula taraf keterpercayaanya.Apabila saya mengirim baju kepada tukang penatu dan ternyata hasilnya tidak memuaskan maka atas dasar analogi saya bisa menyarankan kepada temansaya untuk tidak mengirim pakaian ke tukang penatu tadi.Analogi ini akan menjadi kuat lagi setelah ternyata C,D,E,F dan G juga mengalami hal yang serupa.
2. sedikit banyak aspek-aspek yang menjadi dasar analogi.Contohnya :tentang sepatu yang telah kita beli pada sebuah took.Bahwa sepatu yang baru kita beli tentu akan awet dan terasa enak jika di pakai karena sepatu yang dulu di beli di toko yang sama.Analogi ini lebih kuat lagi diperhitungkan persamaan merk dan bahannya.

3. Mempertimbangkan ada tidaknya unsur yang berbeda pada peristiwa yang dianalogikan.Semakin banyak pertimbangan atas unsure-unsurnya yang berbeda semakin kuat keterpercayaan analoginya.konklusi yang kita abil bahwa ari adalah pendatang baru di universitas X akan menjadi sarjana ulung karena beberapa tamatan dari universitas tersebut juga merupakan sarjana ulung.Analogi ini akan menjadi lebih kuat jka kita mempertimbangkan juga perbedaan yang ada pada para lulusan sebelumnya.

D.Analogi yang menyimpang
Meskipun analogi bukan erupakan corak penalaran yang popular namun tidak semua penalaran analogi erupakan analogi induktif yang benar.Ada masalah yang tidak memenuhi syarat atau tidak bias diterima meskipun sepintas sulit bagi kita menunjukan kekeliruan.Kekeliruan ini terjadi karena membuat persamaan yang tidak tepat.
1. Kekeliruan yang pertama adalah kekeliruan pada analogi induktif.
Comtoh :Saya heran mengapa orang takut berpergian dengan pesawat terbang karena sering terjadi kecelakaan pesawat terbang dan tidak sedikit menelan korban.Bila demikian sebaiknya oran gjangan tidur di tempat tidur karena hapir semua manusia eeui ajalnya di tempat tdur.Disini naik pesawat di takuti karena sering menimbulkan petaka yang menyebabkan maut.Sedang orang tidur karena jarang sekali atau boleh di katakan tidaka pernah ada orang menemui ajalnya karaena kecelakaan tempat tidur melankan karena penyakit yang di idapya.jadi orang menyamakan dua hal yang berbeda.
2. Kekeliruan ke dua adalah pada analogi deklaratif.
Contoh :Negara kita sudah banayk berutang.Dengan pebangunam liam tahun kita harus utang terus menerus dari tahun ke tahun.pembangunan lima tahun ini memaksa rakyat dan bangasa Indonesia nak seperti perahu yang sarat semakin tahun semakin sarat (dengan utang) dan akhirnya tenggelam.Saudara tidak ingin tenggelam dan mati buka?karena itulah kita lebh baik tidak naik kapal sarat itu.Kita tidak perlu melakukan pembangunan.

Disini seorang tidak setuju dengan pembangunan lima tahun yang sedamh di laksanakan dengan analogi yang pincang.Memang Negara kita perlu pinjaman untuk membangun.Pinjaman itu digunakan seproduktif mungkin sehingga dapat eningkatkan deisa Negara.Dengan demikian seterusnya dari tahun ke tahun sehingga peningkatan kesejahteraan rakyat akan tercapai.Pembicara disini hanya menekankan segi utangnya saja,tidak memperhitungkan segi-segi positif dari kebijaksanaan menempuh pinjaman.

E.Analisa kritis
Definisi analogi adalah suatu proses penalaran dengan menggunakan perbandingan dua hala yang berbeda dengan cara melihat persamaan dari dua hal yang perbandingan tersebut sehingga dapat di gunakan untuk memperjelas suatu konsep.Namun demikian banyak pula orang yang memakai analogi yag ngawur dalam penalaran atau argumentasinya.Analogi ngawur adalah suatu bentuk perbandingan yang mencoba ebuat suatu ide atau gagasan lain yang sesungguhnya tidak mempunyai hubungan dengan ide atau gagasan yang pertama tadi.



Misalnya apabila seorang menyamakan kepala Negara dengan kepala manusia di potong maka akan matilah mansia tersebut dan sebaliknya jika Negara itu dibunuh maka akan hacurkah Negara tersebut.Jelas contoh tersebut analogi yang ngawur karena dengan adanya sedikit pembahasan asalah ini aka di harapkan agar orang-orang yang memakai analogi ngawur itu bias mengetahui anaogi arti analogi sebenarnya dan bias menggunakan anaogi dengan baik dan benar karena kita manusia yang berakal dan harus memanfaatkan agar kita menjadi orang yang cakap piker.Penggunaan analogi dengan baik dan benar akan sangat berguna.Ilmu berkembang berkat pemakaian analogi secara baik dan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar